Mengembangkan rasa hormat kepada orang tua

Akhir-akhir ini banyak sekali berita tentang pemberontakan anak kepada orang tua. Seorang anak tegak membacok orang tuanya. Seorang anak perempuan berusia 13 tahun, marah kepada orang tuanya, karena orang tuanya menegurnya pulang malam. Ada banyak anak yang tidak bisa menghormati orang tuanya yang telah berjerih lelah membesarkannya, dan mengalami kesulitan untuk memiliki hubungan yang sehat dengan mereka.

Mengapa kita perlu Menghormati Orang Tua

Mengormati dapat berarti: menghargai, sopan, patuh atau suatu perbuatan yg menandakan ketundukan. Menaruh rasa hormat kepada orang tua adalah suatu sikap yang patut dilakukan kepada setiap orang. Menghormati orang tua bukanlah pilihan, tetapi merupakan salah satu dari 10 hukum Tuhan Exodus 20:12
Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

Itu artinya menghormati orang tua sebagai sebuah kewajiban/keharusan seorang anak, dan apabila itu tidak dilakukan maka anak tersebut berdosa dihadapan Tuhan. Orang tua bertindak sebagai wakil Tuhan untuk anak-anaknya dalam hal mengasihi, memelihara, mengasuh dan juga memperhatikan. Itulah sebabnya Firman Tuhan memerintahkan agar anak-anak memiliki rasa hormat dan takut kepada orangtuanya seperti umat takut kepada Tuhan. Munculnya anak durhaka karena ada anak yang tidak menghormati dan menghargai orang tuanya. Betapa sedihnya orang tua yang memiliki anak tidak mau menghormati orang tuanya.

Seorang anak yang hormat kepada orang tua, maka akan bersikap sopan dan patuh terhadap orang tua. Di dalam hukum Taurat tertera perintah yang mengharuskan orang Israel untuk menjatuhkan sanksi kepada anak yang mengutuki orangtuanya, Imamat 20:9
Apabila ada seseorang yang mengutuki ayahnya atau ibunya, pastilah ia dihukum mati; ia telah mengutuki ayahnya atau ibunya, maka darahnya tertimpa kepadanya sendiri.

Menghormati orang tua juga dapat diaplikasikan dalam bentuk tanggung jawab memelihara kelangsungan hidup orang tua. Tuhan Yesus menegur orang Yahudi yang menyelewengkan perintah Tuhan akan persembahan berdasar ketidakrelaan memenuhi kebutuhan orang tua Matius 15:4-6
Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati. 5 Tetapi kamu berkata: Barangsiapa berkata kepada bapanya atau kepada ibunya: Apa yang ada padaku yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk persembahan kepada Allah, 6 orang itu tidak wajib lagi menghormati bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri. Ayat ini memperlihatkan bahwa Tuhan menginginkan seorang anak untuk bertanggung jawab memelihara kelangsungan hidup orang tuanya.

Mengapa anak sulit Mengormati Orang Tua

  • Pengalaman yang melukai

Ada banyak pengalaman yang melukai yang sering kali menjadi pemicu seorang anak tidak menghormati orang tua. Orangtua yang sebelumnya berasal atau hidup dalam otoritas yang kaku akan melahirkan anak-anak yang terluka. Ephesians 6:4 Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan. Anak-anak yang menyimpan banyak luka dalam hidupnya menjadikan mereka bertumbuh menjadi anak-anak yang hidup dengan penuh dendam. Hebrews 12:15
Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

Perlakuan orang tua yang sering kali melukai anaknya dan menjadikan anaknya bertumbuh tidak dapat menghargai orang tuanya.
Kolose 3:21

Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.

Banyak kasus terjadi bahwa anak-anak yang mengalami penolakan dalam hidupnya dapat cenderung sulit menghormati orangtua. Contohnya anak yang dititipkan di tempat saudara sementara orangtuanya sibuk bekerja, dapat mengalami banyak kesulitan saat diminta menghormati orangtua yang jarang ada bersama dia.

  • Sesuatu yang diajarkan

Ada banyak orang tua yang mewariskan sikap-sikap tidak menghormati orang lain. Sikap ini dapat dipandang sebagai sebuah pengajaran kepada anak terhadap orang lain. Secara prinsip orang tua haruslah menjadi orang tua yang konsisten, orang tua yang sama dalam dan luar, orang tua yang tidak berpura-pura. Tatkala anak menyaksikan ketidak-konsistenan reaksi yang biasanya ditunjukkan adalah kemarahan kepada orang tua, dan kemarahan itu berakhir dengan tidak lagi hormat kepada orang tua.

Orang tua seharusnyalah menjadi orang yang benar, orang yang benar bukan orang yang sempurna tapi orang yang terus berusaha untuk hidup benar. Waktu dia salah, dia berbuat kekeliruan seyogyanya dia minta maaf kepada anak, waktu dia tahu dia terlalu cepat emosi seyogyanyalah dia belajar untuk mengekang emosi.

  • Keteladanan dan proses hidup sebuah keluarga

Ada orangtua yang pasif, atau bahkan tidak bertanggungjawab terhadap keluarganya, meninggalkan anak-anak saat mereka masih memerlukan kasih sayang, biaya dan dukungan. Tanpa sadar mereka meneladankan kehidupan negatif yang kemudian membawa anak sulit menjadikan orangtuanya sebagai contoh yang baik bahkan sulit menghormati dalam banyak segi. Contohnya, seorang ayah yang tidak pernah bekerja kemudian bergantung pada istri dan anak-anaknya dapat membuat seorang anak sulit menghormatinya.

Demikian juga bila seorang anak melihat perlakuan orangtua mereka terhadap kakek atau nenek. Ketika orangtua pun sulit menghormati kakek dan nenek (orangtua mereka), maka mereka seringkali juga akan kesulitan menerapkan hal yang sama terhadap anak, karena anak akan melihat keteladanan orangtua.

Berkat yang diterima karena menghormati orang tua

  • Ada pepatah anak yang memiliki kerusakan hubungan dengan ayah sering kali berjuang dan mengalami kesulitan berhubungan dengan Bapa. Maka seorang anak yang dapat menghormati orang tua, akan memiliki hubungan yang baik dengan Allah.
  • Menjadi orang yang berbahagia dan Panjang umur

Kebahagiaan, yang dimaksud adalah kesukacitaan dari Tuhan dan panjang umur, yaitu kesehatan dan kesejahteraan dari Tuhan.

Ephesians 6:1-3 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. 2 Hormatilah ayahmu dan ibumu ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: 3 supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.

  • Ada berkat dimana kamu tinggal, “Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.” (Ulangan 5:16)
  • Keturunan kita pun akan cenderung mudah melakukan hal yang sama terhadap kita, karena sudah ada keteladanan terlebih dahulu

Dampak Ketika sulit menghormati Orang Tua

Anak yang tidak menghormati orang tuanya akan dikutuk. “Terkutuklah orang yang memandang rendah ibu dan bapanya.” (Ulangan 27:16a). Salah satu contoh dalam perjanjian lama adalah Absalom. Ia menjadi orang yang berhasil dan memiliki segalanya baik berupa fasilitas dan harta karena Daut ayahnya. Tetapi patut disayangkan, setelah dewasa ia malah mengusir ayahnya sendiri dan hendak membunuhnya. Hidup Absalom pun berakhir tragis sebagai akibat ia berlaku kurang ajar dan tidak menghormati ayahnya.

Anak yang tidak menghormati orangtua akan mengalami kesulitan untuk memiliki ikatan dengan orangtuanya. Sulit untuk akur, sering berselilih paham, sulit berkomunikasi dengan sehat, cenderung punya perasangka negatif terhadap orangtua, dan akan mengalami kesulitan meneladankan hal yang sama terhadap keturunannya kelak.

Firman Tuhan tentang Menghormati Orang Tua

  • Exodus 20:12 Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
  • Deuteronomy 5:16 Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
  • Mark 10:19 Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!”
  • Ephesians 6:2-3 Hormatilah ayahmu dan ibumu ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: 3 supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.

Bagaimana jika kita menjadi korban dari sikap orang tua?

Bagaimana jika kita menjadi korban dari orang tua yang terus menerus menyakiti, tidak bertanggung jawab atau tidak memberi contoh yang baik?
Kita tetap harus menghormati dan mengampuni mereka, membuang kecewa dan sakit hati. Kita perlu membedakan perilakunya dan orangnya. Satu persatu perbuatan mereka di bawa kepada Tuhan untuk pengakuan bahwa saudara mengampuni mereka dengan tulus dan tidak membalasnya, baik dengan kata-kata ataupun sikap. Kita lakukan sampai kita benar-benar bebas kepahitan. Kadang hal ini tidak mudah, namun jika kita mengenal dan mengasihi Allah, maka kita memiliki kekuatan dengan petolongan Roh Kudus. Mengampuni orang tua akan membuat Allah dimuliakan, Dia akan memberkati kehidupan kita dan bahkan Tuhan akan memakai kita untuk menjadi kesaksian termasuk bagi orang tua yang bermasalah. Kita juga perlu melepaskan penghakiman atau cap yang kita buat terhadap kelemahan-kelemahan mereka, dan mulai memandang orangtua kita secara seimbang, baik kelemahan maupun kelebihan mereka, baik kebaikan maupun sikap negatif mereka.

Langkah2 praktis Menghormati Orang Tua

  • Ketika orang tua memintamu melakukan sesuatu yang bisa dilakukan saat itu juga dan itu masuk akal, janganlah menunda. Lakukanlah sekarang juga!
  • Ketika orang tuamu mengatakan, “Tidak!”, kamu sebaiknya tidak berteriak, menangis, atau, marah-marah. Ingatlah bahwa mereka mengasihi kamu.
  • Jangan bersikap kasar terhadap orang tua atau berteriak kepada mereka. Allah menjadi sedih jika kita bersikap seperti ini. Taatilah orang tuamu, dan ungkapkanlah bahwa kamu mencintai mereka setiap hari.
  • Dengarkan ketika mereka berbicara, usahakan jangan menyela, karena ketika kita menyela justru seringkali mereka akan marah dan menganggap kita menjadi anak yang tidak memperhatikan orangtua
About these ads

About Theo sahara

Alumni Jurusan Konseling Kristen (IAT Bandung 2008)

Posted on 08/12/2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: