Renungan: Jangan Membatasi Diri!

Begitu banyak orang tidak melakukan apa-apa karena dia merasa punya kelemahan dalam dirinya sehingga “membatasi dirinya” untuk menjadi seorang yang luar biasa. Pembatasan diri bisa berupa: akibat pendidikan, sosial, pengalaman yang sangat minim dll, dan kemudian dia mulai mengatakan pada dirinya bahwa dia tidak bisa apa-apa karena keterbatasan itu, sehingga akhirnya dia akan jadi seperti apa yang dia katakan. Tahukah saudara ini adalah musuh terbesar kesuksesan? Firman Tuhan mengatakan cukuplah………….justru didalam kelemahanmulah Kuasa-Ku menjadi sempurna ( 2 Korintus 12:9). Firman ini mengajarkan kepada kita bahwa untuk menjadi sesuatu yang membawa perubahan didalam hidup kita jangan membatasi diri, orang yang membatasi diri sebenarnya dia sedang mengatakan bahwa dia memang tidak mau meraih sukses yang Tuhan sudah siapkan , dia sedang menunda bahkan menolak berkat Tuhan yang luar biasa.

Pernahkah saudara dengar nama Louis Braille, ya dia adalah penyempurna huruf timbul ciptaan Barbier. Pada usia 3 tahun Louis Braille kecelakaan yang menyebabkan dia buta, dan dalam usia 5 tahun dia benar-benar tidak dapat melihat. Namun keterbatasan ini tidak membuat dia putus asa namun dia punya tekad membuat orang buta menjadi “melihat” . wah ini adalah rasanya mustahil kalau kita lihat keterbatasannya. Namun dia adalah orang yang bekerja keras pada waktu dia membaca huruf timbul Barbier dia merasa tidak puas dan dia mulai membuat penyempurnaan huruf itu. Akhirnya impiannnya menjadi kenyataan dia bukan hanya bisa membaca tetapi juga bisa menulis ,dengan huruf yang dia buat orang buta dapat melihat, terwujudlah impiannnya bahwa orang buta dapat melihat. Dengan apa yang dia lakukan orang Buta sekarang sudah punya Alkitab sendiri. Tidak hanya sampai disitu perjuangannya pada usianya 12 tahun dia sudah sangat mahir membaca dan menulis dengan huruf khususnya itu. Dan pada usia 17 tahun dia menjadi Guru untuk mengajar adik-adik kelasnya di sekolah luar biasa. Dia sangat berjasa dan membuat perubahan besar kepada tuna Netra dengan keterbatsan yang dia miliki.

Dari kesaksian ini kita dapat belajar dari keterbatsan kita bisa bertindak dengan dua cara, pertama menjadi alas an kita untuk tidak bertindak. Kedua, menjadi pendorong kita untuk bertindak. Jawabannya ada di dalam diri kita msing-masing. Mari kita terus melakukan perubahan didalam hidup kita yang akhirnya nanti akan sampai kepada kesempurnaan yang Tuhan inginkan . Haruslah kamu sempurna seperti Bapamu (Matius 5:48). Masih sangat banyak hal didunia ini yang menanti perubahan dan yakinlah bahwa anda yang mengubahnya. Dan juga kita mendapat pelajaran bahwa dengan tindakan nyata yang mustahilpun akan menjadi nyata. Salah satu lirik lagu mengatakan : apa yang kelihatan mustahil bagiku itu sangat mungkin bagiMu……… namun jika kita membatasi diri maka justru yang sebaliknya terjadi yaitu apa yang mungin bagi orang lain bagi kita sangat mustahil.

Jika anda sangat sulit bertindak atau melakukan sesuatu karena saudara merasa bahwa anda memiliki banyak keterbatsan maka kami dari Tim Duta Pembaharuan siap menolong saudara, bagi saudara yang sudah sekian lama melayani dan belum menemukan Visi yang jelas dalam kehidupan saudara yakinkan bahwa saudara sangat tepat untuk datang ke Duta Pembaharuan untuk bersama-sama kita menggumulinya.

Jonedi Ginting

Posted on 13/02/2009, in Renungan and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: