Reportase: Sukacita Kebersamaan dalam Keluarga Duta Pembaharuan

Salam Pemulihan!
Tim Duta Pembaharuan (DP) menikmati kebersamaan melalui acara Retreat Keluarga yang dilaksanakan di Hotel Pringgosari Tawangmangu, 19-20 Juni 2009. Dinginnya Tawangmangu tak menghalangi 40 anggota keluarga DP untuk mengekspresikan keceriaan dan sukacita dalam acara ini. Teristimewa bagi tim DP sendiri adalah kehadiran Pak Tom dan Bu Katy, bapak dan ibu rohani sekaligus pendiri Duta Pembaharuan. Beliau berdua datang dari USA dan tinggal di Jogja selama 2 minggu untuk mengikuti Seminar PATI dan secara khusus mengunjungi tim DP yang sudah sekitar 8 bulan lalu ditinggalkan.

Benar-benar kesempatan baik yang Tuhan siapkan karena dalam acara ini, tim DP dari Jogja, Solo, Jakarta (diwakili Sdri. Ulin) beserta keluarga dapat refresh dan menerima hal-hal baru. Tema retreat yang diambil adalah tentang keluarga, bagaimana peran suami dan istri, serta bagaimana peran orangtua dalam kehidupan anak-anak. Acara dikemas menarik dan tidak monoton karena ada selain penyampaian materi, ada pula games dan ice breaker.
 
Acara dimulai dengan puji-pujian bersama, ice breaker dan games kelompok untuk mencairkan ketegangan dan kelelahan perjalanan dari Solo maupun Jogja. Baru setelah itu Pak Tom mulai membagikan sesi I yaitu tentang peran suami dalam rumah tangga. Kami sungguh diberkati dengan sesi ini, karena selain Pak Tom menyampaikan pengajaran, Bu Katy sesekali menimpali dengan perspektif dari seorang istri. Kami mendapatkan ada 4 hal penting yang perlu dilakukan seorang suami terhadap istri yaitu: bersikap bijaksana, ber-empati terhadap istri, mengasih dan menghormati istri, serta berkorban bagi istri.
Bagi keluarga muda, hal ini menjadi satu panduan penting untuk terus melangkah dalam hubungan suami istri yang sehat. Bagi keluarga yang sudah lama membangun rumah tangga, pengajaran ini mengingatkan apabila selama ini masih ada peran yang terlewat. Sedangkan bagi para single, tentu saja hal ini menjadi bekal ketika nantinya membangun rumah tangga.

Tak kalah menariknya adalah acara api unggun seusai makan malam. Semua berkumpul di halaman, memakai sarung (bagi para pria) dan kain pantai (bagi para wanita). Kami menyanyi dan menari bersama dengan diiringi gitar dan nyala api unggun yang menghangatkan suasana. Talent show pun mulai disajikan oleh Karina-anak keluarga Pak Paul, dan Keluarga Bp Aguh-menyanyikan lagu. Dalam acara ini, Pak Tom menyampaikan renungan agar bersyukur karena saat ini sudah banyak mitra yang bergabung dan bekerjasama sehingga kemajuannya semakin nampak. Kebersamaan semakin terjalin ketika Petra-anak keluarga Pak Obed, dan juga keluarga lain yang berulangtahun di bulan Juni didoakan bersama-sama oleh seluruh keluarga DP. Acara ditutup dengan doa bersama, namun setelah itu, semua masih berkumpul untuk membakar jagung, ngobrol dan bersantai. Wah, sungguh menyenangkan.

Paginya, kami bangun untuk berolahraga dan bermain bersama. Menarik ketika melihat pasangan suami istri bermain dan bekerjasama untuk membawa balon dan lari kelereng estafet. Ramai sekali dan sungguh penuh sukacita. Setelah makan pagi, sesi II dimulai dengan judul peran istri dalam rumah tangga. Pak Tom dan Bu Katy kembali bersama untuk menyampaikan peran istri yang baik. Kami mendapatkan 2 hal dari pengajaran ini, yaitu: seorang istri harus tunduk kepada suami, dan seorang istri harus menghormati suami. Banyak contoh yang dikemukakan oleh para istri, tentang bagaimana selama ini mereka mengaplikasikan 2 hal tersebut dalam rumah tangganya dan semua saling menanggapi sehingga menambah pengalaman dan wawasan. Kami merasa diberkati dengan pengajaran-pengajaran ini, meskipun waktunya hanya 2 hari.

Penerapan dari pengajaran ini ada pada sesi terakhir, yaitu celebration. Semua diminta kumpul dengan keluarga masing-masing, dan saling mendoakan. Suasana menjadi haru saat suami mendoakan istri, begitupun sebaliknya, termasuk juga mendoakan anak-anak. Bersyukur untuk istri dan suami yang diberikan Tuhan, untuk setiap hal yang terjadi dalam keluarga, dan memberkati pasangan masing-masing. Tak ketinggalan para single pun didoakan. Mereka berlutut bersama di tengah, para suami dan istri mendoakan dan memberkati mereka sehingga pada masanya, mereka pun dapat membangun keluarga yang Tuhan inginkan, menemukan pasangan hidup yang tepat sesuai kehendak Tuhan, dan bertumbuh dalam kehidupan mereka. Pak Tom menutup dalam doa, dengan bersama-sama menyanyikan pujian Bersama Keluargaku Melayani Tuhan. Sungguh haru suasana siang itu. Setiap orang memiliki komitmen dalam diri masing-masing dan menyerahkannya ke dalam tangan Tuhan. Tuhan menciptakan kami sebagai keluarga yang saling mengasihi, dan kami rindu terus bertumbuh dalam komunitas keluarga ini, keluarga kami yang terangkum menjadi keluarga Duta Pembaharuan!

Posted on 22/06/2009, in Kegiatan and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: