Mengampuni itu Indah

33: Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya.
34: Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.       Lukas 23:33-34

Pengampunan indah ini adalah satu tema yang seringkali sangat kontroversial dalam kehidupan orang percaya mengapa? Karena sering sekali dirasakan bahwa pengampunan itu berat dan sangat susah. contoh:  jika seorang yang diperkosa lalu disuruh mengampuni dan dikatakan bahwa pengampunan itu indah maka pasti ini perjuangan yang besar dan panjang. Namun itulah adanya Firman, Tuhan Yesus lakukan dalam keadaan yang sangat sulit melakukannya, ketika diatas kayu salib Dia mengatakan Bapa ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang dia lakukan.

Mengapa dikatakan mengampuni itu indah? Pertama  karena hanya mungkin dilakukan oleh orang-orang yang kuat dalam Tuhan. Kedua hanya mungkin dilakukan oleh orang-orang yang berniat baik, ketiga dilakukan oleh orang-orang pilihan, keempat taat kepada perintah Tuhan kelima, meneladani Tuhan Yesus, indah bukan?

Bagaimana proses pengampunan ingat: Pengampunan  bukan melupakan dan melupakan bukan mengampuni. Mengampuni adalah melepaskan, melepaskan semua perasaan sakit dan usaha membalas dari setiap luka yang kita terima. Karena pengampuni itu adalah bagian dari melepaskan maka bagi yang melepaskan seperti dia terbebas dari beban yang berat bukan? Dalam keadaan seperti ini orang yang mengampuni mendapat berkat yang besar. Pengampunan seringkali merupakan pintu kepada pemulihan yang lain. Pengampunan  satu tindakan untuk membereskan masalah (sakit hati, dendam, dengki dll) secara tuntas, setelah itu mempersilahkan Roh Kudus mencabut segala akar kepahitan sampai masalah selesai, dalam pengampunan kita harus juga realistis artinya ketika sesorang yang belum mampu mengampuni maka jangan dipaksa dan apalagi menakut-nakutinya dengan ”bahasa rohani” karena pengampunan harus dari kesadaran sendiri, kesadaran akan berkat rohani yang sangat besar yang sedang menanti jadi harus sadar. Realita selanjutnya bahwa pengampunan itu  adalah tempat praktek Firman Tuhan seperti hati bapa, kasih, Kasih Karunia contoh begitu banyak kita mendengar Tentang Firman Tuhan namun kita butuh tempat praktek. Pengampunan juga sangat menguntungkan kita secara rohani karena pengampunan akan memberi pengampunan juga kepada kita.

Bukti pengampunan/sudah diampuni :

  1. Sebelum mengampuni mau membalas sekarang penuh kasih
  2. Sebelum mengampuni marah sekarang jika ketemu penuh sukacita
  3. Sebelum mengampuni tidak mau bertemu sekarang rindu untuk bertemu
  4. Sebelum mengampuni mau menghancurkan sekarang rindu membangun
  5. Sebelum mengampuni masa bodoh sekarang penuh perhatian

Pentingnya mengampuni

  • Supaya kita diampuni

Perintah Allah (Mat 6:12-15; Mark 11:25-26)

  • Supaya tidak dimanfaatkan iblis

(II Kor 2:11; Efesus 4:26-27)
Jika kita membuka celah maka iblis akan mengambil kesempatan. Iblis menanam benih dendam dalam hati. Hidup kita dapat dikuasai dendam yang terpendam

(Oleh. Pdt. Ir. Jonedi Ginting, M.A.)

Posted on 01/02/2010, in Renungan and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: