KEJUJURAN UNSUR PENTING DARI PEMULIHAN

Nats : Kisah Para Rasul 5:1-11 <–Klik disini untuk membaca ayat.

Pendahuluan

Apa yang terjadi dengan Ananias dan Safira adalah hal yang mungkin masih terjadi dengan orang percaya namun kemungkinan dengan cara yang berbeda seperti Nazar, janji dan lain-lain. Namun jika kita pernah berjanji kepada Tuhan baik itu mengenai materi dan penyerahan hidup dan tidak ditepati berarti kita sedang tidak jujur kepada Tuhan atau orang lain. Lalu apakah kita mati? Secara fisik mungkin tidak namun secara rohani pasti berpengaruh yang sering disebut orang mati rohani atau hubungan terganggu dan sebagainya. Dan sering ketidak jujuran ini berawal dari luka yang belum pernah dibereskan.

Saya pernah mengalami hal yang sama. Ketika saya masih kecil saya sering disuruh ibu untuk mencuci piring dan gelas. Pada satu hari saya melakukan kesalahan beberapa gelas dan piring pecah karena ember tempat saya mencuci jatuh karena kepeleset. Sesampainya dirumah saya laporan kepada ibu bahwa ada gelas dan piring yang pecah, reaksi dari ibu saya pada saat itu adalah marah kepada saya disertai ancaman jika melakukannya lagi maka saya akan dihukum lebih berat.

Sejak kejadian itu saya sangat takut melakukan kesalahan yang sama, namun anehnya dampaknya samapai saya menikah. Beberapakali ketika saya mencuci piring dan gelas saya buat pecah dan saya sangat takut walaupun istri saya tidak memarahi saya karena itu. Trauma itu rupanya berdampak sangat lama.

Jika luka itu tidak diselesaikan maka ada masalah yaitu takut untuk jujur. Mengapa orang takut untuk jujur? Sebenarnya banyak alasan,diantaranya: takut menyinggung perasaan orang lain, takut dimarahi, takut ditolak, takut melukai, dan lain-lain. Namun jika kita simpulkan mengapa orang tidak jujur adalah: ingin menyelamatkan diri . saya yakin semua orang ingin jujur tetapi karena ketakutan tersebut kemudia orang pilih tidak jujur demi untuk menyelamatkan dirinya. Apalagi ada peribahasa jawa mengatakan “jujur ya kojur” artinya sudah menjadi tradisi bahwa semua orang juga melakukan hal yang sama. Namu bagi anak Tuhan kejujuran adalah sangat penting apalagi kita mau dipulihkan. Ingat bahwa dosa yang diampuni adalah dosa yang diakui. Sehingga kita tidak dilarang mengakui semua keberadaan kita dengan jujur.Tuhan sangat senang dengan orang jujur, karena Dia menerima semua anak-Nya dengan Kasih Karunia, tidak ada alasan bagi kita takut untuk jujur.

Jika kita kembali ke Firman Tuhan yang kita diatas maka dapat disimpulkan Tuhan lebih senang kejujuran daripada harta Ananias dan Safira, mari kita merendahkan diri untuk bertanya kepada Tuhan apa yang menjadi ketakutan kita berlaku jujur? Akui semua perasaan kita didalam Tuhan maka Dia akan memulihkan kita. Jujur dihadapan Tuhan memerdekakan kita.

Oleh : Pdt. Ir. Jonedi Ginting, M.A.

Posted on 09/02/2010, in Renungan and tagged , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. trm ksh atas tulisan bpk, kmrn saya baru interview kerja dan yg mewawancara saya menanyakan sifat dsr ap yg harus dimiliki job desc yg saya lamar, dan ternyata jawaban yg dinginkan bpk itu sifat “jujur”, dan melalui artikel bpk saya diingatkan bahwa sifat jujur tdk hanay utk diterapkan di tmpt kerja, tp yg terutama jujur kpd Tuhan, mk kita akan mjd orang yg jujur dimanapun kita berada. terima kasih atas bantuan bapak melalu tulisan ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: