Bertanggung jawab #2 Menjadi Suami yang Bertanggung Jawab

Akhir-akhir ini kita sering mendengar atau menemukan suami yang begitu mudah melempar tanggung jawab, dan melihat istrinya menjadi korban dari apa yang seharusnya ia lakukan. Misalnya suami yang membiarkan istrinya melakukan semua tanggung jawab pekerjaan rumah tangga dan ia merasa itu bukan tugasnya. Suami lebih memikirkan untuk kewajiban memenuhi secara materi, dan mengesampingkan kebutuhan tentang kasih dan perhatian.

  • Apa Tugas dan tanggung jawab Suami?

Suami yang bertanggung jawab adalah ketika ia tahu dan melakukan apa yang Allah harapkan. Dan tahu apa yang istrinya harapkan. Firman Tuhan menyatakan tugas utama suami di dalam Efesus 5:25
Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya. Tugas dan tanggung jawab yang mulia seorang suami untuk mengasihi istrinya.

Untuk itu, tanggung jawab adalah suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan, karena tanggung jawab menyangkut orang lain dalam hal ini istri dan terlebih diri sendiri. Jika seorang suami melalaikan tanggung jawab, maka kualitas dari dirinya akan rendah. Mengasihi istri perlu dijabarkan dalam langkah-langkah konkrit dan tindakan nyata.

  • Sebagai Pemimpin rohani terhadap Istri
  • Pemimpin rohani terhadap istri berarti suami harus mendoakan, mengasihi dan memimpim istri sesuai dengan peraturan Allah. Kepemimpinan rohani terhadap istri memberikan wibawa terhadap istri dan anak:
    • Mencintai istrinya seumur hidup. Sumpah atau janji setia pada saat upacara pernikahan merupakan tanggung jawab utama yang sangat penting seorang suami.
    • Memberi rasa aman: mencukupi kebutuhan ekonomi
    • Memberi rasa nyaman:mengasihi dengan tulus, menjadi pelindung
    • Memimpin berarti memimpin dan mengasihi dan melayani, bukan memuntut atau berlaku sebagai boss, sebab Yesus datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani ( Mat 20:28; Ef 5:25; Kol 3:9)
    • Memimpin berarti bergaul dan memberi waktu (Yoh 1:39, 43; Mark 1:17, 3:14)
    • Memimpin berarti menjadi teladan (1 Kor 4: 16; Fil 3:17; 1 Tim 4:12)
    • Memimpin berarti rela berkorban (Ef 5:28:30)
    • Tidak memukul atau berlaku kasar, sebab istri adalah milik Kristus dan tubuh istri adalah bait Roh Kudus ( 1 Kor 6:19-20; Kej 2:18-24), memukul istri berarti memukul milik Allah.
    • Mengagumi dan memberi penghargaan pada istri (Maz 139:13-14)
    • Memperhatikan dan memelihara hubungan pribadi dengan sopan dan hormat. Tubuh suami adalah milik istri dan sebaliknya (1 Kor 7:4; Kej 2:24; Ef 5:31), ekspresi cinta harus benar dan tidak boleh egois. Demikian juga kamu hai suami-suami, hiduplah bijak sama dengan istrimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.
    • Selain Kristus, istri mendapat tempat pertama dihati suami (Mat 10:37)
    • Menyediakan waktu bagi istri dan anak untuk relax bersama.berdoa dan membuka Alkitab bersama (Maz 127:1; 119:105; Mat 6:33)
    • Melayani Tuhan bersama, sebagai contoh Akuila dan Priskila (Kis 3:11; Rom 16)
  • Pemimpin Anak
    • Penanggung utama terhadap anak(Ams 1:8; 6:20)
    • Ayah adalah pemimpin anak, malalui pikiran, perbuatan dan teladan (1 Kor 3:11; Ef 5:23)
    • Anak ciptaan Allah (Maz 127:3; 139:1)
    • memperhatikan kebutuhan anak secara total, tubuh jiwa dan roh dengan penuh tanggug jawab. Pada zaman itu justru kebutuhan esensial (Rohani) anak tidak diperhatikan.
    • Memberi teladan bagi anak untuk hidup hormat dan takut akan Tuhan
  • Keluarga Kristen tidak hanya membawa anak beragama, sekolah dan hidup yang baik, namun tiap anak harus didoakan/dibimbing untuk bertobat dan mengenal Tuhan Yesus secara sungguh-sungguh. Disiplin ditanamkan mulai sejak anak kecil.
    • Ciri-ciri Suami yang tidak bertanggung jawab
      • Tidak dapat menjadi pemimpin yang baik untuk istrinya, Ephesians 5:23 suami adalah kepala isteri
        • Tidak konsisten
        • Tidak punya empati/kaku
        • Tidak bekerja
        • Melarikan diri dari masalah
      • Tidak mengasihi istrinya, Ephesians 5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
        • Egois/Pelit
        • Bek-bekan (ini punyaku…itu punyamu/ini tugasmu…ini tugas ku)
        • Tidak menjadi pelindung dan memberi rasa aman untuk istrinya
    • Bagaimana Menurut Firman Tuhan?

      Ephesians 5:23 karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.

      1 Corinthians 7:3 Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya.

      1 Corinthians 7:4-5 Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya. 5 Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak.

      “Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada ALLAH.” (Roma 14:12)

      Ibrani 4:13 mempertegas lagi hal ini, yaitu: bahwa segala sesuatu terbuka di hadapan TUHAN dan kepadaNya kita harus mempertanggung-jawabkan segala hal yang kita lakukan dalam hidup kita.

      1 Peter 3:15 Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat,

      • Tanggung jawab atas pikiran

        2 Corinthians 10:5 Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,

      • Tanggung jawab atas perkataan

        Matthew 12:36-37 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. 37 Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.”

      • Tanggung jawab atas tindakan

        2 Corinthians 5:10 Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.

      • Tanggung jawab atas sikap

        Psalm 34:13 Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu;

      • Tanggung jawab atas motivasi

        Jeremiah 17:10 Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya.”

    • Dalam hal apa suami sering melepaskan tanggung jawab?
      • Mengapa suami sulit bertanggung jawab
        • Diajarkan /diwariskan, Para ayah yang lepas tanggung jawab secara sadar akan mencontohkan sifat itu kepada anak-anaknya. Para ayah yang tidak bertanggung jawab secara fungsi akan ada kecenderungan memiliki anak-anak yang mengalami kesulitan untuk bertanggung jawab. Anak-anak yang bertumbuh menjadi dewasa mencontoh persis apa yang ayahnya dulu lakukan. Misalnya: pekerjaan rumah tangga dianggap tanggung jawab para istri dan anak wanita, sehingga banyak suami yang malu melakukan pekerjaan ini.
        • Luka, pengalaman yang menyakitkan dalam bertanggung jawab dapat membuat luka dalam diri seseorang. “Aku tidak mau seperti ayah, aku harus lakukan semua untuk kebaikan istriku” atau “Aku tidak mau diperlakukan seperti ibu memperlakukan ayahku dulu, jangan sampai istriku berlaku seperti itu”
        • Kebutuhan, orang-orang yang mengalami kesulitan bertanggung jawab karena merasa ada kebutuhan yang lebih penting dan mendesak. Hal ini tanggung jawab menjadi pertimbangan antara untung dan rugi
    • Hal-Hal Apa yang membuat suami tergoda melepaskan tanggung jawab
      • Zona Nyaman

        Seseorang suami yang merasa nyaman sering kali tidak mau untuk mengambil tanggung jawab karena alasan ini. Misalnya suami hobby dengan olah raga yang merasa kesulitan untuk membuang kesenangannya sehingga sering tidak dapat melakukan tugasnya membantu istri. Suami yang merasa sangat bertanggung jawab untuk kebutuhan materi keluarga sehingga mengesampingkan tanggung jawab yang lain (perhatian, kasih).

      • Ada resiko dan Konsekwensi

        Anda tidak dapat lari dari tanggung jawab esok hari dengan menghindarinya hari ini – Abraham Lincoln. Tanggung jawab adalah melakukan apa yang harus saya lakukan sekalipun saya tidak ingin melakukannya.

    • Langkah2 praktis Menjadi Pribadi yang Bertanggung Jawab
  • Katakan “Aku mengasihimu-istriku” ketika bangun pagi
  • Miliki sikap disiplin.
    Tanggung jawab juga berhubungan erat dengan disiplin. Hal yang penting dalam disiplin adalah peraturan, konsistensi, dan imbalan/hukuman. Jadi saat kita menjadi suami yang taat pada peraturan, bertindak konsisten, inilah namanya bertanggungjawab
  • Tidak menyalahkan orang lain

    Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya bukan istrinya sebagai korban. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.

  • Bersikap optimis

    Suami yang bersikap optimis selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan drpd keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dsb.

  • Biasakan berkata-kata dengan jujur

    Jika kita menjadi orang yang jujur, maka itu membuktikan bahwa kita adalah orang yang bertanggungjawab dan dapat dipercaya orang lain

  • Menepati janji

    Ketika kita membuat janji dengan orang lain, usahakan tepati janji. Dari situ orang akan mengetahui betapa bertanggungjawabnya kita

Duta Pembaharuan – Jl. Pisang 9, Juwangen, Purwomartani, Kalasan, Jogjakarta

Telp. 497183

About Theo sahara

Alumni Jurusan Konseling Kristen (IAT Bandung 2008)

Posted on 14/04/2011, in Time To Share and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: