RASA BERSALAH 2# Bebas dari Rasa Bersalah yang Benar

Rasa bersalah yang benar adalah ketika kita melakukan sesuatu yang tidak benar/dosa/melukai orang lain dan kita mau menyadari dan membereskan. Dosa yang seharusnya segera dipotong, tetapi malah dibiarkan dan menjalar keseluruh bagian kehidupan seseorang. Misalnya, seseorang merasa bersalah karena telah berbohong karena takut tidak diterima dan setelah kejadian itu ia menyadari kesalahannya telah berbohong, dan mengakui kesalahannya dg jalan minta ampun kepada Tuhan, meminta maaf kepada orang tersebut.

  • Latar Belakang

Rasa bersalah = Guilt dalam bahasa Inggris. Rasa bersalah yang timbul karena melakukan pelanggaran/dosa, karena merasa telah menyakiti seseorang yang dikasihi (suami, istri, anak-anak atau teman akrab). Hal lainnya bisa juga timbul, karena telah melanggar norma dan asusila.

Rasa bersalah dapat memunculkan reaksi-reaksi yang sangat luas dan komplek, misalnya dapat menimbulkan:

  • Rasa malu
  • Ketakutan
  • Putus asa
  • Cemas
  • Kesepian
  • Depresi
  • Bunuh diri (Yudas)

Jangan menyimpan rasa salah yang seharusnya perlu kita bereskan di hadapan Allah orang lain dan juga diri sendiri supaya tidak mengakibatkan reaksi-reaksi yang lebih komplek.

Rasa bersalah dapat menjadi sebuah alarm/tanda untuk mempertimbangkan adanya ketidak benaran atas perilaku, perkataan kepada diri sendiri, orang lain dan Tuhan. Menurut sebuah penelitian, wanita lebih sering mengalami rasa bersalah dibandingkan laki-laki.

Dan kebenarannya adalah hati nurani yang suci menjadi alat penyaring untuk mengakui apabila ada rasa bersalah yang seharusnya perlu dibereskan. Ibrani 10:22 Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.

  • Rasa bersalah yang benar dan menyelesaikan

Rasa bersalah bukanlah gangguan jiwa; tetapi rasa bersalah dapat menjadi pemicu gangguan jiwa. Rasa bersalah yang berlebihan dapat menimbulkan masalah-masalah seperti gangguan obsesif-kompulsif, depresi, dan kecemasan. Mungkin bagi sebagian dari kita, rasa bersalah tidaklah sampai menciptakan gangguan neurotik tetapi bagi yang lainnya, rasa bersalah cukup mengganggu kehidupan kita. Kita merasa lumpuh, tidak berani bertindak, takut keliru, dan akhirnya tidak memaksimalkan potensi diri. Penyandang rasa bersalah yang berlebihan identik dengan penyandang cacat; keduanya terbatasi dalam pengaktualisasian diri.

Contoh antara Petrus maupun Yudas sama-sama telah melakukan kesalahan besar. Dimana Petrus menyangkal mengenal Tuhan Yesus dan Yudas mengkhianati Tuhan. Sebenarnya keduanya melakukan kesalahan yang mirip. Pada waktu Petrus menyangkal mengenal Tuhan sesungguhnya ia telah mengkhianati Tuhan. Dan tatkala Yudas mengkhianati Tuhan Yesus, sebenarnya ia menyangkal ikatan batiniahnya dengan Tuhan. Yang menjadi berbeda adalah penyelesaiannya: Petrus memiliki rasa bersalah lalu menangis serta bertobat dan mengakui kesalahannya. Tetapi Yudas merasa bersalah dan pergi menggantung dirinya. Petrus melihat ke depan masih ada hidup dengan Tuhan, sedangkan Yudas melihat ke belakang tidak ada lagi hidup dengan Tuhan.

Contoh lain tentang cara mengatasi rasa bersalah karena dosa, ialah teguran terbuka Nabi Natan terhadap Daud yang telah melakukan perzinahan dan pembunuhan. Teguran terbuka itu mengakibatkan pertobatan dan pengakuan. (Lihat 2Sam 11:1-12:25 dan Mazm 51:1-19).Rasa bersalah yang benar membawa kita kepada jalan menuju pertobatan. Proverbs 3:6 Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.

  • Jalan menuju pendamaian batin

Rasa bersalah adalah suatu perasaan berdosa disebabkan karena bersalah atau gagal memenuhi standar hidup sesuai Firman Allah. Allah menciptakan di dalam kita suatu hati nurani, suatu kemampuan untuk menilai benar atau salahnya tindakan-tindakan moral kita. Pelanggaran terhadap Hukum-hukum Tuhan mengakibatkan rasa bersalah. Ini adalah dosa. Karena orang yang berdosa tidak bersedia menyelesaikan dosanya seperti yang Allah kehendaki agar dia memperoleh kelepasan, akibatnya dia mengalami akibat-akibat buruk. Untuk membebaskan dampak-dampak dari rasa bersalah karena yang melanggar Firman Allah maka yang perlu dilakukan adalah :

  • Bertobat dan mengakui; 1 John 1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
  • Minta Ampun dan mengampuni orang lain, apabila ada orang lain yang terlibat atau mengakibatkan peristiwa itu Luke 11:4 dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kamipun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.”
  • Melepaskan emosi negatifnya (rasa bersalahnya)
  • Pandangan Firman Tuhan Mengenai Perasaaan bersalah
    • 2 Corinthians 7:10-11 Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian. Sebab perhatikanlah betapa justru dukacita yang menurut kehendak Allah itu mengerjakan pada kamu kesungguhan yang besar, bahkan pembelaan diri, kejengkelan, ketakutan, kerinduan, kegiatan, penghukuman
    • Allah telah mengampuni semua dosa kita ketika kita menyatakan iman kita kepada Dia: “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.” (Rom 8:1)
    • Kita telah dimerdekakan oleh Yesus: “Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka.” (Yoh 8:36)
    • Allah mengampuni segala pelanggaran kita: “Aku telah menghapus segala dosa pemberontakanmu seperti kabut diterbangkan angin dan segala dosamu seperti awan yang tertiup. Kembalilah kepada-Ku, sebab Aku telah menebus engkau!” (Yes 44:22)
    • Allah tidak ingin kita hidup terus di masa lalu, kita perlu maju: “Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” (Fili 3:13-14)
    • Perasaan tertuduh yang kita ijinkan berlarut-larut dalam diri kita akan memberikan tempat bagi iblis untuk bekerja dan menghancurkan hidup kita. Iblis mendakwa kita di hadapan Allah. 1 Yoh 3:21 21 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah
    • Kasih Karunia Menjadi Dasar kita bebas dari perasaan bersalah: Roman 5:16 Dan kasih karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran.
  • Langkah2 praktis Bebas dari Rasa Bersalah yang benar
    • Miliki kepekaan dengan rasa bersalah Anda. Jangan mengabaikan perasaan bersalah anda tersebut dan cari apa yang menyebabkan rasa bersalah itu.
    • Percaya kepada karya Allah yang terjadi dalam hidup Anda.
      Tidak peduli apa yang telah Anda lakukan, Allah telah mengampuni Anda. Yang harus Anda lakukan adalah bertobat dan mengubah hidup Anda kepada Yesus (Kisah Para Rasul 3:19).
    • Datanglah kepada Allah.
      Setiap kali Roh Kudus menyadarkan roh kita bahwa kita telah berdosa, kita dapat datang kembali ke tahta kasih karunia-Nya dengan kerendahan hati untuk menerima rahmat (Ibrani 4:16).
    • Ingatkan diri Anda bahwa setan akan menggunakan rasa bersalah untuk menjauhkan Anda dari Tuhan. Tuduhan setan ini bisa membuat Anda merasa seolah-olah Allah tidak mengampuni Anda, atau membuat Anda tidak bisa mengampuni orang lain, yang selanjutnya akan menimbulkan rasa malu, kemarahan, kepahitan dan depresi. Hati-hati, dengan rasa bersalah yang berasal dari setan.
    • Mengucap syukur untuk pengampunan Tuhan dalam doa Anda.
      Allah telah membebaskan Anda dari beban rasa bersalah dan memberi Anda kekuatan untuk melanjutkan kehidupan.
  • Kesimpulan
    • Rasa bersalah yang benar membantu kita untuk memahami perbuatan-perbuatan yang tidak benar dan membantu kita untuk berubah ke arah yang benar.
    • Rasa bersalah yang benar membuat kita tidak jatuh kedalam dosa-dosa dan penderitaan yang lebih dalam lagi.

Duta Pembaharuan – Jl. Pisang 9, Telp. 497183 Kalasan, Jogjakarta

About Theo sahara

Alumni Jurusan Konseling Kristen (IAT Bandung 2008)

Posted on 19/04/2011, in Time To Share and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: