RASA MALU #2. Bebas dari Rasa Malu (Aib) Diri Sendiri

Ada orang yang merasa sangat malu banget (sampai merasa menjadi aib) karena hal-hal sepele, padahal kadang-kadang apa yang dianggap memalukan dirinya tersebut belum tentu dirasa mempermalukan dihadapan orang lain (misal: berhutang, kecacatan fisik, kelemahan/kegagalan prestasi). Dan hal itu bertambah dalam ketika apa yang terjadi tersebut pernah ia alami dalam keluarganya. Sehingga hal ini menambah rasa malu dan berjuang untuk menutupi. Dan sering kali apa yang dilakukan itu sia-sia.

Rasa Malu bagian dari emosi Negatif

Yang dimaksud dengan Emosi Negatif adalah perasaan-perasaan tidak enak yang tidak kita sukai dan cenderung ingin kita lepaskan. Emosi negatif disini bukan berarti bahwa emosi tersebut buruk, namun negatif karena kita cenderung untuk melepaskan perasaan-perasaan. Perasaan itu bisa muncul dan hilang dalam hidup kita, bisa juga seperti selalu ada di dalam hidup kita.

Rasa malu sini adalah perasaan malu yang sepertinya selalu bersama kehidupan kita, relatif permanen, dan sulit dihilangkan, walaupun sepertinya kita telah berusaha untuk membuang perasaan-perasaan tersebut.

Emosi negatif belum tentu hal yang negatif/buruk. Emosi negatif juga kita perlukan dalam hidup, karena emosi ini adalah sebagai tanda bahwa ada sesuatu hal yang tidak beres dengan kondisi kita saat ini. Seperti rasa sakit yang dialami tubuh, yang merupakan tanda bahwa ada sesuatu yang terjadi luar batas kemampuan pertahanan tubuh kita, demikian juga emosi negatif memberi tanda bahwa kita perlu mulai memperhatikan kesehatan emosi kita. Emosi negatif ini biasanya muncul ketika kesejahteraan, keamanan, kenyamanan, eksistensi dan harga diri kita terancam.

Rasa malu adalah :

  • Perasaan tidak enak karena dianggap hina atau dianggap rendah ditengah-tengah orang lain yang memiliki standar, prinsip, nilai-nilai, etika dan moral. Misal : seseorang merasa malu karena dianggap tidak berprestasi, rasa malu ini membuat ia malu untuk bergaul dengan orang lain sehingga membuat ia tidak maju.
  • Perasaan yang muncul karena melakukan sesuatu perbuatan yg dianggap kurang baik, kurang benar, berbeda dengan kebiasaan atau mempunyai cacat atau kekurangan berdasarkan nilai-nilai di lingkungan. Misalnya : orang yang malu karena memiliki kecacatan fisik, atau ada orang yang mau karena pernah berbuat yang dianggap memalukan lingkungan sekitar (mantan napi, pernah mencuri).

Sumber-sumber rasa malu

  1. Keturunan: Status sosial, ekonomi, intelektual, disfungsi

Ada orang-orang yang punya latar belakang keluarga diatas cenderung menjadi orang minder. Rasa malunya lebih membentengi dia untuk bergaul. Contoh: ada orang tua yang mengajarkan kepada anak perempuannya untuk mencari pasangan yang tidak melebihi statusnya, “nanti kamu diinjak-injak”.

Ada orang dari latar keluarga single parent yang merasa malu untuk bergaul atau mencari pasangan dari keluarga baik-baik, ada perasaan tidak enak apabila orang tuanya menanyakan keadaan orang tuanya, dan mulai membandingkan “tidak level”

  1. Trauma: penolakan, pelecehan (emosi, verbal, fisik, seksual)

Pengalaman-pengalaman yang melukai dan memperdalam perasaan malu, misalnya orang minder yang menjadi bahan ejeken dan melukainya.

  1. Kebutuhan yang tidak terpenuhi (misal: dibesarkan dalam keluarga single parent)

Rasa malu yang sangat besar yang kadang menjadi aib yang paling dalam kepada orang-orang yang hidup sebagai single parent atau anak-anak yang dibesarkan oleh single parent.

PENIPUAN Seseorang yang memiliki Perasaan Malu

  • Harga diri rendah sehingga konsep diri yang negatif
  • Kesadaran kinerja yang tinggi
  • Tidak mempedulikan batasan-batasan pribadi
  • Mengorbankan kebutuhan-kebutuhan pribadi
  • Kadang tidak peduli dengan perasaan-perasaan pribadi
  • Ingin serba sempurna (perfeksionis)
  • Sering kali mengalami kelelahan
  • Adanya perilaku kecanduan
  • Mencurigai orang lain
  • Ingin menguasai (posesif) dalam hubungan
  • Sangat ingin mengendalikan

    Reaksi dari Rasa malu

  1. Minder/tidak percaya diri

    Ada orang merasa malu yang menjadi permanen dan sering kali menguasai seluruh pola pikir, cara bertindak dan berperilaku serta menampilkan dalam hubungan kepada orang lain. Dalam banyak hal minder menjadi gaya hidupnya; dalam pola pikir, gaya bicara, raut wajah, hubungan dan penampilan.

  2. Perasaan gagal, tidak berhasil

    Sering kali orang-orang yang memiliki akar rasa malu dalam banyak hal ia sering mengalami perasaan-perasaan gagal dan tidak berhasil. Orang-orang yang malu sering kali membuat reaksi yang tidak meyakinkan dan menyebalkan orang lain.

  3. Perasaan hina, kotor dan tidak layak

    Pengalaman di ruang konseling: orang-orang yang tidak berani membuka rasa malu karena begitu kuatnya perasaan kotor, hina dan tidak layak. Mereka sering minta ampun tetapi tidak merasakan pengampunan sehingga masih tinggal tetap rasa malunya.

  4. Hidup dengan standar tertentu (Perfeksionis)

    Orang-orang yang ingin menutupi rasa malu dalam beberapa hasil akan berusaha untuk berjuang sempurna, atau ingin melakukan dalam banyak hal untuk sempurna.

    Jalan menuju pendamaian batin dari Rasa Malu

    Rasa malu adalah suatu perasaan berdosa disebabkan karena bersalah atau gagal memenuhi standar hidup sesuai Firman Allah. Allah menciptakan di dalam kita suatu hati nurani, suatu kemampuan untuk menilai benar atau salahnya tindakan-tindakan moral kita. Pelanggaran terhadap Hukum-hukum Tuhan mengakibatkan rasa malu. Ini adalah dosa. Karena orang yang berdosa tidak bersedia menyelesaikan dosanya seperti yang Allah kehendaki agar dia memperoleh kelepasan, akibatnya dia mengalami akibat-akibat buruk. Untuk membebaskan dampak-dampak dari rasa malu karena yang melanggar Firman Allah maka yang perlu dilakukan adalah :

  • Bertobat dan mengakui; 1 John 1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
  • Minta Ampun dan mengampuni orang lain, apabila ada orang lain yang terlibat atau mengakibatkan peristiwa itu Luke 11:4 dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kamipun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.”
  • Melepaskan emosi negatifnya (rasa bersalahnya)

Prinsip Firman Tuhan tentang Rasa Malu (Aib)

  • Tuhan yang membentuk kita

Psalm 139:14 Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.

  • Tuhan menghapuskan rasa malu

    Isaiah 25:8 a akan meniadakan maut untuk seterusnya; dan Tuhan ALLAH akan menghapuskan air mata dari pada segala muka; dan aib umat-Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh bumi, sebab TUHAN telah mengatakannya.

  • Menyerahkan perasaan malu kepada Tuhan

Psalm 37:5
5 Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;

Psalm 55:22 Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.

  • Kasih menutupi rasa malu

1 Peter 4:8 Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.

Jeremiah 11:20 Tetapi, TUHAN semesta alam, yang menghakimi dengan adil, yang menguji batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku.

Langkah-langkah Mengatasi Rasa malu

  • Akuilah kalau ada perasaan malu/aib dalam diri kita kepada Tuhan.
  • Minta ampun untuk perasaan-perasaan itu, ampunilah orang-orang dan peristiwa-peristiwa yang pernah dialami yang membuat rasa malu muncul, misalnya akibat peristiwa pelecehan sehingga seluruh hidupnya dihinggapi rasa malu.
  • Lepaskan penghakiman kepada orang itu
  • Lepaskan penghakiman kepada diri sendiri
  • Carilah orang/teman yang lebih dewasa rohani untuk menolongnya

Kesimpulan

Perasaan malu bukan berarti bahwa perasaan yang buruk/negatif. Rasa malu juga kita perlukan dalam hidup, karena emosi ini adalah sebagai tanda bahwa ada sesuatu hal yang tidak beres dengan kondisi saat ini. Kita perlu membedakan rasa malu ini benar atau salah. Apabila itu benar maka kita perlu bertobat dan minta ampun kepada Tuhan. Apabila rasa malu itu salah maka kita perlu melihat dari mana datangnya dan membereskannya, supaya rasa malu ini tidak mengganggu kesejahteraan, kenyamanan dan harga diri kita.

Duta Pembaharuan – Jl. Pisang 9, Telp. 497183 Kalasan, Jogjakarta

About Theo sahara

Alumni Jurusan Konseling Kristen (IAT Bandung 2008)

Posted on 09/06/2011, in Time To Share and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: